Gema Takbir, Pawai Obor, dan Lomba Cosplay Meriahkan Idul Adha di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin.

Suasana Lebaran di Pondok Pesantren

Hari Raya Idul Adha 1445 H yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024, dirayakan oleh Seluruh umat muslim dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan para santri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin. Mereka merayakan hari raya idul adha dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan.


Malam Takbir Penuh Kegembiraan

Pada malam Idul Adha (9 Dzulhijjah/ 16 Juni) Santri putri  meramaikan malam hari raya dengan gema takbir dan shalawat bersama yang bertempat di depan aula. Dalam sela kegiatan tersebut terdapat kuis berhadiah untuk menambah semangat para santri. Kembang api pun turut meramaikan suasana.     

          

Tak kalah asik dan unik, dalam menyambut hari raya idul adha, santri putra melakukan tradisi malam takbiran dengan berkeliling desa sembari pawai obor. Yang menarik dalam pawai ini adalah pakaian yang dikenakan santri. Yang mana mereka ber kostumkan unik untuk merebutkan juara cosplay pada malam takbiran.


Takbir keliling di laksanakan sekitar pukul 20.00 WIB. Para santri berjalan berkelompok sesuai dengan komplek nya masing-masing serta sebagian dari mereka ada yang berpakaian cosplay seperti pocong-pocongan, tuyul, genderuwo, tentara, pejuang kemerdekaan, pekerja, kyai/ulama dll. Para santri berbondong-bondong menggemakan takbir sambil berjalan mengikuti jalur tarling yang telah di atur oleh panitia DEMA (Dewan Ma’arif).


Adapun rute pawai takbir keliling dimulai dari komplek kalijaga, kemudian berjalan menuju ke arah balai desa, dilanjutkan ke arah makam banagara, lalu kembali lagi dan finish di depan gedung Rusunawa. Kemudian sesi yang selanjutnya yaitu lomba kreasi takbir dari setiap komplek. Pada sesi ini para santri terlihat sangat semangat & antusias guna mewakilkan kompleknya agar mendapatkan nilai yang terbaik, mulai dari keunikan takbiran yang ditampilkan hingga atraksi sembur api. Setiap komplek diberikan durasi waktu oleh panitia sekitar 5-10 menit guna menampilkan kreasinya. Dan setiap jeda penampilan satu komplek, ada pengundian kupon doorprize yang sebelumnya sudah dibagikan saat melaksanakan tarling.


Acara berjalan dengan lancar dan meriah, terpancar kebahagiaan dari wajah para santri dalam  memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah.


“Sak makendut-makendute santri ojo nganti ora ngurip-urip malem riyoyo loro. (Senakal-nakalnya seorang santri jangan sampai tidak menghidupi dua malam hari raya).” KH. Maemoen Zubair.

Sholat Idul Adha Berjamaah dan Pemotongan Hewan Kurban.

Pada pagi harinya, seluruh santri melaksanakan sholat idul adha berjamaah di masjid jami’ Tanbihul Ghofilin sampai aula pondok pesantren. Usai sholat idul adha mulailah pemotongan daging kurban. Dan dilanjutkan dengan menyate bersama yang berlokasikan 2 tempat. Untuk santri putra berada di depan komplek gunung jati dan drajat, sedangkan santri putri berada di area samping makom. Meskipun tidak pulang ke rumah, para santri masih bisa meramaikan Idul Adha dengan gembira di pondok pesantren.***

(Fly)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Ketentuan Kurban menurut Kitab Fathul Qorib

Next Post

Mengenang 17 Tahun Wafat KH. Muhammad Hasan

Related Posts
Total
0
Share