Dukungan pesantren atas dilakukannya vaksinasi, turut menjadi kunci atas suksesnya program vaksinasi. Sebab, pesantren memiliki cakupan yang lumayan luas. Dimana, di dalamnya terdapat tokoh agama yang memiliki peram besar terhadap kepatuhan santrinya, termasuk masyarakat yang menjadi jama’ahnya. Sehingga setelah tokoh agamanya menyetujui dan memberi contoh dengan bervaksin, maka jama’ahnya akan lebih mudah untuk diajak berpartisipasi.

Selain itu Danlanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo, S.Sos. juga mengungkapkan bahwa pondok pesantren adalah tempat yang memiliki banyak interaksi. “Apalagi di pesantren terdapat asrama yang setiap saat selalu terjadi interaksi antara satu orang dengan teman lainnya. Sehingga, ini merupakan tujuan kami didalam melakukan vaksinasi, yaitu agar tidak mudah terjadi penularan antara satu orang dengan teman lainnya.” Ucap beliau pada vaksinasi yang digelar di pondok pesantren Tanbihul Ghofilin. Beliau juga berharap kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Apalagi usian anak-anak pesantren kebanyakan adalah usia pelajar.
- Lantunan Sholawat Menggema di Tanbihul Ghofilin: Wujud Cinta dan Harapan Syafaat di Malam JumatBANJARNEGARA — Ribuan santri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin kembali memadati majelis dengan penuh kekhusyukan dalam agenda rutinan malam Jumat. Kegiatan yang diisi dengan pembacaan sholawat bersama ini diselenggarakan sebagai wadah untuk memupuk rasa cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memohon syafaat kelak di Yaumul Qiyamah. Suasana syahdu dan penuh keberkahan terasa sejak lantunan sholawat…
- SANTRI SEBAGAI BAGIAN DARI NEGERIBandingan – Di setiap sudut negeri, selalu ada jejak langkah santri. Dari desa yang sederhana hingga kota yang ramai, santri tumbuh bersama masyarakat, belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat. Santri bukanlah kelompok yang terpisah dari kehidupan bangsa, melainkan bagian yang menyatu dalam denyut nadi Indonesia. Menjadi santri bukan hanya tentang tinggal di pesantren atau mempelajari kitab-kitab…
- Tahun Baru dan Segudang Harapan, Mengawali Tahun dengan Tafa’ul dan DoaSebentar lagi kita akan menyambut pergantian tahun Hijriah. Di tengah suasana malam 1 Muharram nanti, ada satu tradisi yang sering diajarkan oleh para ulama yakni minum susu putih. Kebiasaan ini berawal dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, seorang ulama sufi asal Makkah, yang selalu membagikan susu putih kepada murid-muridnya setiap tahun baru Hijriah. Mengapa…











