Sebentar lagi kita akan menyambut pergantian tahun Hijriah. Di tengah suasana malam 1 Muharram nanti, ada satu tradisi yang sering diajarkan oleh para ulama yakni minum susu putih. Kebiasaan ini berawal dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, seorang ulama sufi asal Makkah, yang selalu membagikan susu putih kepada murid-muridnya setiap tahun baru Hijriah.
Mengapa Harus Susu Putih?
Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa harus minum susu putih di malam 1 Muharram?”
Tradisi ini merupakan sebuah bentuk tafa’ul. Tafa’ul itu sendiri adalah cara kita menanamkan rasa optimis dan husnuzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Sama seperti Nabi Muhammad SAW yang sering mencontohkan harapan baik melalui nama atau tindakan, meminum susu putih adalah cara kita berharap agar sepanjang tahun ke depan, kehidupan kita “diputihkan” oleh Allah, dibersihkan dari noda dosa dan dipenuhi dengan kebaikan.
Warna putih susu itu melambangkan ketulusan hati yang ingin kita bawa dalam menyambut tahun baru. Mari kita niatkan bahwa tahun ini, hati kita akan lebih bersih, lebih sabar, dan lebih semangat dalam menuntut ilmu.
Ikhtiar Batin dengan Doa
Agar langkah kita di tahun baru lebih berkah, jangan lupa untuk menyempurnakan ikhtiar kita dengan doa. Berikut adalah doa yang bisa kita baca:
Doa Akhir Tahun (Dibaca 3x setelah Sholat Ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah):
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَانَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيمُ.
Allaahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’autanii ilat taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa’attanii ‘alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun (Dibaca 3x setelah Sholat Maghrib di hari pertama bulan Muharram):
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Doa Meminum Susu
Hal ini selalu diamalkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki di awal 1 Muharam dengan niat Tafa’ulan meminta agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang putih, tahun yang bersih, dan tahun-tahun yang melakukan kebaikan. Dilaksanakan pada malam 1 Muharam dan batas waktunya yaitu sebelum masuk waktu Subuh.
Adapun doanya Adalah
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu
“Ya Allah, berkahilah minuman kami dan tambahkanlah darinya (rezeki) pada kami.”
Semoga dengan niat tulus dan doa-doa ini, Allah SWT selalu menyertai langkah kita di tahun baru. Aamiin…
Selamat menyambut tahun baru Hijriah






