KAMI BERSYUKUR ATAS KASIH LUAR BIASA

happy mother days


tanbihulghofilin.com 22 desember mafhum diperingati sebagai hari ibu nasional di Indonesia. Pada awalnya peringatan hari ibu ditujukan untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.

Berbagai macam ucapan selamat dan perayaan dimeriahkan menyambut momen tersebut seraya bersyukur kepada Allah atas anugerah berupa kasih sayang orang tua yang luar biasa, terutama ibu.
“…teng hari ibu mboten diperingati satu hari mawon. Tapi selamanya. Karena, ibu selamanya untuk kita.” Ungkap Ny. Wafirotul afkar saat memberi mauidhoh khasanah.

Dijelaskan juga, bahwa sopo wonge sing pengin dawa umur, jembar rejekine, kudu ngapiki wong tua. Kudu ngormati tenanan, udu mung aweh duit, tapi batine tenan.
Santri Tanbihul Ghofilin angkat suara dengan menyiapkan segalanya untuk mengungkapkan rasa cinta dan rasa hormat mereka yang selama ini mereka pendam. Termasuk menyiapkan acara khusus untuk para bunyai, dan para nawaning. Dan mempersembahkan penampilan terbaik.
Bertempat di aula bawah, dengan pembukaan mujahadah bersama Ny. Siti Khimayah. Bergema, khusu’ dan bersemangat.

Menjadi pembuka yang apik, karena sesuai dengan image pesantren yang memang lebih spiritual. Merujuk pada tujuan awal peringatan hari ibu, bahwa untuk mengenang semangat juang para perempuan dalam perbaikan kualitas bangsa. Maka, pada sesi selanjutnya Ning Umi Labibah memberi motivasi pada para santriwati. “jadi Wanita harus cerdas. Belajar bisa dari manapun, dan kapanpun. Karena, Wanita yang cerdas akan melahirkan keturunan yang cerdas pula.”
Sesaat sebelum para santri mematikan lampu, dan menyalakan lilin. Ny. Wafirotul Afkar Kembali memberikan wejangannya saat mauidhoh. “Bahwa cara birul walidain seseorang dipondok adalah dengan semangat mengaji, dan jamaah. Karena riyadhoh paling gampang bagi santri, ya jamaah ini.

Rampung segala rangkaian acara, mulailah menyala lilin-lilin. Music dinyalakan, lagu didendangkan, dan para santri pembawa bunga memasuki aula. Baru setelahnya, kue bertuliskan ‘selamat hari ibu’ masuk. Dengan setiap bu nyai, dan nawaning mendapatkannya per individu. Pemberian yang tak sepadan sebenarnya, tapi semoga maksud syukur para santri bisa tersampaikan. Bahwa, kami bersyukur kepada Allah Ta’ala atas anugerah kasih sayang dari para masayikhoh yang luar biasa. redaktur (jun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Thank You For Teacher

Next Post

PERTEMUAN WALI SANTRI DENGAN PENGASUH PONDOK PESANTREN TANBIHUL GHOFILIIN

Related Posts